iklan-banner-01
iklan-banner-02

Sekjen Granat: Rokok Jalan Menuju Narkoba

PAMANAWANews, AMBON- Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat), Brigjen Pol (Purn) H. Ashar Suryobroto mengatakan jika awal mula pelajar mengenali Narkoba dimulai dari mengkonsumsi rokok terlebih dahulu. Dari perkenalan dengan mencoba rokok, kemudian berlanjut ke zat lainnya yang lebih keras. Sebab, kebiasaan merokok sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini.
Sumber Foto: IST
"Dari kebiasaan rokok inilah pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu Narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan," kata Ashar saat memberikan materi dalam sosialisasi Perang, Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan NAFZA yang dilakukan DPC Granat Ambon kepada para siswa di Aula SMA Negeri 1 Ambon, Kamis (16/11/2017).

NAFZA, lanjut Ashar, merupakan singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Zat Adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut).

Ia mengatakan, perkembangan pecandu Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang (Narkoba) semakin pesat di Indonesia. Pencandu Narkoba umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Ini artinya, usia diangka tersebut merupakan tersebut adalah produktifnya usia pelajar.

Dampak negatif penyalahgunaan Narkoba terhadap anak atau remaja, lanjut Ashar dapat dilihat dari perubahan sikap atau kepribadian anak secara siginifikan dari kebiasaan sebelumnya.

“Seperti bolos, turunnya kedisiplinan dan nilai pelajaran, mudah tersinggung, cepat marah, sering menguap, mengantuk, dan malas, tidak mempedulikan kesehatan diri, dan suka mencuri untuk membeli Narkoba,” ujarnya.

Tahun 2000, lanjut Dia, pecandu Narkoba di Indonesia mencapai 2,5 juta orang. Setiap hari, sedikitnya 5 sampai 10 anak mati sia-sia karena penyakit Narkoba. Sebab, Narkoba itu merusak saraf otak.

“Olehnya itu, sejak dini kita sudah harus tau tentang bahaya Narkoba," jelas mantan alumni SMA Negeri 1 Ambon itu.

Untuk diketahui, sosialisasi yang mengusung tema "Narkoba Jang Lai" ini dihadiri Ketua Granat Provinsi Maluku Yani Salampessy, Ketua Granat Kota Ambon Ilham Sipahutar, dan Kepala SMA Negeri 1 Ambon C. Mustamu. (PN-20)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02