iklan-banner-01
iklan-banner-02

Pengedar dan Pembuat Narkoba Belum Diungkap

Herry Setyobudi SH, MH, salah satu hakim juga Humas pada kantor Pengadilan Negeri (PN) Ambon
PAMANAWANews, AMBON - Bisnis narkoba di wilayah Maluku kian subur. Pelakunya (pengedar dan pembuat) justru belum berhasil diungkap oleh pihak berwajib. Yang menarik, para pebisnis barang haram tersebut semakin nekat, karena meraup keuntungan menggiurkan.
Dari tiga kategori atau jenis pelaku narkoba yang mendominasi adalah para pemakai yang mudah diproses hukum atau diadili di pengadilan.

"Sementara pengedar dan bandar belum diungkap oleh pihak berwajib dalam hal ini institusi kepolisian dan BNN. Kenapa hanya  penerima yang ditangkap?" sentil Herry Setyobudi.

Dia mempertanyakan undercover yang didapat dari mana, dan mengapa sebagian besar perkara yang masuk atau ditangani PN Ambon mendominasi adalah pengguna/pemakai.

"Selama proses di pengadilan selalu para pemakai yang kami adili. Sedangkan pengirim/pengedar dan pembuat narkoba, belum tersentuh atau belum diungkap oleh pihak berwajib," terangnya.

Menyinggung sudah berapa kasus/perkara narkoba yang diadili oleh PN Ambon? Hanya saja, Herry Setyabudi belum mengeceknya.

"Kalu data kualitatif saya belum lihat. Tapi, jumlahnya memang terus meningkat. Jika dipresentasikan masih sulit. Tahun lalu dalam tanda kutif, kasus narkoba cukup banyak yang diproses oleh PN Ambon," kata Herry Setyobudi.

Apa yang ditangkap atau dicerna dalam penanganan perkara narkoba oleh PN Ambon? 

"Soal sirkulasi narkotik itu bukan kejahatan berdiri sendiri tapi persekongkolan. Maksudnya, bahasa ekstremnya adalah mafia. Tapi yang selalu muncul ke permukaan (di persidangan) adalah 'kacang-kacangan' saja. Inilah mata rantai yang belum mampu diputus," tegasnya.

Misalnya, kata dia, keterangan terdakwa dan saksi yang adalah anggota polisi hanya mengungkap penangkapan saja. Sedangkan pengirim (pengedar) hingga bironya tidak di buka. Seharusnya, menurut Herry, diproses hukum agar terungkap. 

"Fakta-fakta yang mengemuka di persidangan seperti yang disampaikan terdakwa dan keterangan saksi yang adalah anggota polisi itu, tentunya kami merasa ada yang janggal. Karena jejaring para mafia belum diungkap atau diproses hukum," akuinya.

Dia mendorong aparat Kepolisian dan BNN  untuk mengungkap Biro yang dipakai untuk penyelundupan narkotik ke Maluku.

"Sesuai bunyi pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dia memiliki menguasai narkotika golongan satu, ya Biro jasa pengiriman itu dikenai pasal ini," timpalnya.
 
Penanganan, pengungkapan hingga pemberantasan narkoba di wilayah Maluku, itu masih banyak kelemahannya. (PN-13)

Berita terkait