iklan-banner-02
iklan-banner-02

Oknum ASN dan Anggota Polisi Terlibat Narkoba

PAMANAWANews, AMBON ---- Pengadilan Negeri Ambon mencatat sejak Januari - Oktober 2017, dari total 69 perkara tindak pidana narkoba yang disidangkan, terdapat 10 orang terdakwa di antaranya adalah anggota polisi.
Hery Setyobudi SH. MH, Humas Pengadila. Negeri Ambon.
Jumlah 69 perkara pidana narkoba yang kami sidangkan, terdakwanya mulai masyarakat umum, dan profesi misalnya aparatur sipil negara (ASN) dan anggota polisi,” ungkap Hery Setyobudi SH. MH, Humas Pengadilan Negeri Ambon, kepada wartawan di kantornya di Jalan Sultan Khairun, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Selasa, (7/11/2017).

Hery berujar, rata-rata oknum polisi yang diadili oleh PN Ambon, adalah pengguna atau pemakai narkoba jenis sabu-sabu. Mereka dijerat dengan pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ada juga yang dihukum kurungan badan dan menjalani rehabilitasi," terangnya.

Hery menyebutkan, sepuluh orang anggota polisi (terdakwa) sudah divonis bersalah dalam tindak pidana narkotika, masing-masing berinisial, IA, EH, MA, AK, MR, WM, S, FF, RS dan YB, karena melanggar pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Fenomena oknum anggota polisi terlibat narkoba, Hery Setyobudi, turut prihatin juga menyayangkan hal ini.

Dalilnya, anggota polisi seharusnya berada di barisan depan mendukung pemerintah berkaitan dengan penegakan hukum di antaranya upaya pemberantasan tindak pidana narkoba.

“Jadi, jumlah sepuluh orang anggota polisi yang terjerat kasus narkoba, itu cukup banyak. Jujur saja kita sangat prihatin. Dan bagi saya hal sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab selaku abdi negara (anggota polisi) seharusnya meberi teladan yang baik kepada masyarakat, bukan sebaliknya terlibat dalam barang haram ini," kesalnya.

Merujuk fakta oknum anggota polisi yang terlibat narkoba, Hery menduga masih ada oknum anggota polisi lain yang juga terlibat kasus serupa.

Sehingga ia berharap, ada pengawasan/controling serta pembinaan dilakukan secara internal, sebagai langkah pembersihan oknum anggota polisi, yang merusak citra institusi Polri di mata masyarakat.

“Hemat saya, pengawasan dan pembinaan internal harus di tingkatkan, agar institusi Polri tetap menjadi dambaan masyarakat sesuai slogannya yaitu sebagai, pengayom, pelindung serta pelayan yang baik," pungkasnya. (PN-13)

Berita terkait

Berita Populer

iklan-banner-02
iklan-banner-02