iklan-banner-02
iklan-banner-02

Kandungan Istri Diinjak, "Buah Hati" Tewas

PAMANAWANews, JAKARTA- M. Ridho, bayi malang yang lahir terpaksa ini tewas, setelah sempat bertahan hidup 3 hari di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat.
M. Ridho, bayi malang berusia 3 hari ini tewas tak wajar.

Ridho diduga meregang nyawa secara tak wajar, Senin (8/1/2018), dini hari. Pasalnya, sebelum dilahirkan melalui operasi cesar, perut Lina Rahmawati (21), ibu kandungnya diinjak serta digebuk oleh Kasdim, ayahnya sendiri secara berulang kali.

Perlakuan kasar yang dilakukan pria 21 tahun itu terjadi didalam rumah Pasangan Suami Istri ini yang berada di Gang 12, RT 09 RW 07, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018), lalu.

"Ribut keluarga, 'Itu (kandungan Ridho) punya siapa, itu punya siapa?," ujar Kapolsek Metro Johar, Kompol. M. Nababan ketika dikonfirmasi, Senin (8/1/2018).

Perkara bermula saat Lina hamil tua sekitar 7 Bulan. Kandungan bayi yang belakangan dinamai M. Ridho itu, dipertanyakan Kasdi.

Kasdi menganggap Ridho bukan buah hatinya. Sebab, Kasdi menikah dengan Lina pada bulan Juli 2017. Sementara kehamilan berlangsung sejak sebulan sebelum menikah yakni pada Juni 2017.

Keraguan memuncak pada Kamis, 4 Januari 2018 jam 10.00 WIB, saat Lina dan Kasdi tengah duduk di lantai dua kediaman mereka. Kasdi yang duduk di depan korban, tiba-tiba menginjak perut korban yang tengah mengandung.

"Diinjak di bagian depan di bawah pusar sebanyak satu kali dan korban mengatakan 'Sakit'," kata Nababan.

Kasdi menganiaya istrinya sembari mempertanyakan siapa lelaki yang menghamili korban.

"Kemudian terlapor mengatakan  'Ini anak siapa?', korban menjawab 'Ini anak Kasdi bukan anak siapa-siapa'," tuturnya.

Kasdi yang tak percaya dengan penjelasan Lina, kembali melakukan kekerasan. Pinggang kiri korban dinjak berkali-kali. Paha kiri korban juga dinjak, dan dilanjutkan dengan memukul kepala Lina.

Dampak penganiayaan Kasdi baru terlihat keesokan harinya. Saat buang air kecil, sekitar pukul 23.00 WIB, selain air seni, darah juga keluar dari kelamin korban. Karena itu Lina dibawa kedua orang tuanya ke puskesmas, yang selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

"Saat diperiksa oleh dokter, terdapat luka memar pada bagian pinggang sebelah kiri, perut bagian depan di bawah pusar dan paha sebelah kiri. Kemudian langsung dilakukan operasi caesar oleh dokter," papar Nababan.

Ridho sempat lahir ke dunia, namun kondisinya kritis akibat penganiayaan Kasdi. Setelah bertahan setidaknya selama tiga hari, Ridho dinyatakan meninggal dunia pada 8 Januari 2018 jam 04.00 WIB.

Karena polisi mengetahui adanya dugaan tindak pidana kejahatan, jenazah Ridho diminta tak dimakamkan. Tapi langsung dilakukan otopsi.
Sekitar jam 10.00 WIB, Anggota Polsek Johar Baru dan Babinsa mendatangi TKP guna memberitahukan kepada keluarga korban bahwa jenazah jangan dimakamkan dahulu karena anggota dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan menjemput tersangka dan jenazah akan dilakukan Otopsi.

Kasdi sendiri akhirnya diamankan petugas dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

"Kasus ini sekarang ditangani Unit PPA Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya," tandas Nababan. (PN-01)

Berita terkait

Berita Populer

iklan-banner-02
iklan-banner-02