iklan-banner-01
iklan-banner-02

"Cucu Cita Rasa Maluku di Negeri Tulip"

Para pengunjung tampak ramai di Restoran "CUCU" di Negeri Kincir Angin, Belanda, yang menyajikan menu makanan khas ala Provinsi Maluku, Indonesia. / Sumber Foto IST
KEDATANGAN sekitar 12.500 orang Maluku di Belanda pada 1951, ternyata menciptakan warna tersendiri di negeri tulip itu.
Jika publik lebih mengenal para keturunan Maluku di Belanda sebagai pesepakbola tangguh dalam diri Giovanni Van Bronchost, Danny Landzat, Sony Silooy, Simon Tahamata dan masih banyak lainnya atau tiga mantan anggota parlemen seperti John Lilipaly, Usman Santi, dan Grace Tanamal, kini keturunan Maluku itu memberikan warna yang lain di negeri kedua mereka.

Dimana kerinduan akan kuliner Maluku di Belanda mungkin sudah terobati. Restoran CUCU itulah namanya, konon inilah restoran Maluku pertama di Belanda, beberapa waktu silam seperti di kutip Bari muchtar, di Zwijndrecht, desa yang terletak 26 km di selatan Rotterdam, dibuka sebuah restoran yang menyajikan makanan khas Maluku.

Restoran yang bernama CUCU ini dikelolah oleh seorang warga keturunan Maluku, Leila van Oorschot. Masakan yang disajikan, menurut Leila, berdasarkan resep neneknya Neila Pattisahusiwa yang tiba di Belanda pada 1951 naik kapal “De Grote Beer” atau “Beruang Besar”.

Jika kuliner Indonesia terbranding dengan masakan Padang di beberapa Negara, orang Indonesia dan Maluku di Belanda, kini disuguhi cita rasa Maluku di Restoran CUCU.

Kekayaan Maluku yang terkenal dengan rempah-rempahnya hingga membius negara-negara Eropa seperti halnya Belanda, ternyata memberikan ide baru yang bermanfaat.

Kini, cita rasa rempah-rempahnya bisa dinikmati dalam berbagai rasa di restoran CUCU. Restoran ini benar-benar perusahaan keluarga.

Karyawan restoran terutama terdiri dari anggota keluarga yang sempat menganggur. Di dapur yang memimpin adalah om dan tante Sementara keponakan-keponakan bekerja sebagai pelayan.

Leila mengaku tidak berpengalam di bidang restoran dan perhotelan. Namun Leila percara diri, “Pokoknya kami bekerja keras dan berusaha sekuat tenaga.

Proyek ini ditekuni dengan penuh cinta, sehingga hampir dapat dipastikan, tidak akan gagal,” kata pemilik restoran kepada RTV Rijnmond. (Catatan : Iskandar Pelupessy)

Berita terkait