iklan-banner-01
iklan-banner-02

Anna Latuconsina Rapat Bersama Dinas Ketahanan Pangan Maluku

Anggota DPD RI Anna Latuconsina, rapat bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku dalam rangka pengawasan UU nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.
PAMANAWANews, AMBON- Anggota DPD RI Anna Latuconsina menggelar rapat dengar pendapat, bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku yang berlangsung di Kota Ambon, Senin (11/12/2017).

Rapat yang dipimpin Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku, Sedek Sangadji ini dilakukan dalam rangka pengawasan Undang Undang (UU) nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.

Sejumlah poin penting terkait masalah Pangan, khususnya di Provinsi Maluku dibahas dalam rapat bersama dengan senator asal Maluku itu.

"Ada beberapa poin penting terkait Ketahanan Pangan. Yakni Pangan lokal di Maluku yang kurang mendapat perhatian serius,” kata Anna Latuconsina kepada pamanawanews.com, Selasa (12/12/2017).

Anggota komite II DPD RI ini meminta masyarakat untuk senantiasa menggalakan Pangan Lokal seperti Sagu dan Ubi Umbian. 

“Harus lebih digalakan lagi. Agar masyarakat dapat kembali mengkonsumsi pangan lokal seperti sagu dan ubi ubian,” pintanya.

Selain itu, lanjut Anna, peraturan Menteri Pertanian yang menyatakan Maluku sebagai produsen Sagu yang merupakan Pangan Lokal, tapi sayangnya tidak dimasukan kedalam program penataan Sagu.

Dalam rapat itu juga terungkap jika janji Menteri untuk menyediakan sebuah laboratorium, namun sampai detik ini, janji tersebut belum lagi direalisasi. 

“Saat ini juga harga eceran beras terendah yang ditetapkan pemerintah masih menjadi keluhan para petani,” jelasnya.

Disisi lain, penyuluh pertanian juga tidak pernah dilibatkan dalam setiap program. Mestinya, lanjut Anna, penyuluh harus diikut sertakan dalam setiap program bukan hanya melibatkan TNI. Hal ini dimaksudkan, selain diberdayakan, juga agar penyuluh pertanian bisa dekat dengan Masyarakat Petani.

"Pengaturan tata ruang pertanian juga harus di perhatikan. Karena dengan pertambahan penduduk setiap tahun, mengakibatkan alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman, juga alih fungsi ke industri,” tandasnya. (PN-07)

Berita terkait